UPT. PERPUSTAKAAN DAN E-LEARNING

DARUSSALAM, BANDA ACEH – Semangat literasi kembali bergelora di jantung kampus Jantong Hate Rakyat Aceh. Sebanyak 10 pasang finalis terbaik dalam ajang Pemilihan Duta Baca Universitas Syiah Kuala (USK) 2026 memaparkan visi dan program kerja strategis mereka dalam sesi presentasi yang berlangsung di ruang seminar lantai 3UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Sabtu (4/04/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan setelah para finalis berhasil menyisihkan puluhan pendaftar lainnya melalui seleksi administrasi, penilaian via E-Learning, dan wawancara. Presentasi ini menjadi wadah bagi para calon duta untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat budaya baca di lingkungan universitas.

Para finalis memaparkan berbagai macam gagasan dan rencana kerja para duta baca di hadapan penelis dari internal perpustakaan, adapun hadir sebagai dewan juri adalah : Dr. Ismul Huda, M.Si, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Zakiah, S.Pd., M.Pd, selaku Kabid Layanan dan Baihaqi, S.IP selaku Kabid Humas dan Hubungan antar Lembaga.

Adu Gagasan dan Kreativitas
Dalam sesi presentasi tersebut, setiap finalis membawa ide dan inovasi yang beragam, mulai dari penguatan komunitas literasi berbasis fakultas hingga optimalisasi teknologi digital. Beberapa program kerja yang mencuri perhatian antara lain:

  • Literasi Inklusif: Program yang berfokus pada penyediaan akses bahan bacaan bagi mahasiswa dan masyarakat maupun para disabilitas.
  • Digital Book Talk: Seri diskusi buku rutin yang memanfaatkan platform media sosial untuk menjangkau mahasiswa dan masyarakat secara luas.
  • Pojok Baca Kolaboratif: Inisiatif untuk membangun ruang-ruang baca santai di area strategis kampus guna mendekatkan buku kepada mahasiswa.

Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, dalam sambutannya menekankan bahwa Duta Baca bukan sekadar gelar seremonial, melainkan agen perubahan yang harus mampu mengolaborasikan aksi dan narasi untuk meningkatkan indeks literasi kampus dan luar kampus. Para juri pada puncak penobatan nanti terdiri dari akademisi dan praktisi literasi nantinya akan memberikan penilaian ketat berdasarkan aspek orisinalitas, keberlanjutan program, serta kemampuan komunikasi publik.

“Kami mencari sosok yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki strategi jitu untuk mengajak orang lain mencintai buku di tengah gempuran distraksi digital,” ujar salah Dr.Ismul Huda.

Langkah Menuju Grand Final
Hasil dari presentasi program kerja ini akan menjadi poin penting dalam akumulasi penilaian menuju malam penobatan Duta Baca USK 2026. Para finalis diharapkan dapat segera mengimplementasikan prototipe program mereka sebagai bukti nyata kontribusi mereka bagi kemajuan literasi di USK.

Ajang pemilihan yang telah dibuka sejak Oktober 2025. akun  Instagram @dutabacausk terus mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa berbagai fakultas. Melalui kegiatan ini, USK melalui UPT Perpustakaan dan E-Learning berkomitmen untuk terus mencetak generasi literat yang kritis dan inovatif demi mewujudkan visi universitas sebagai kampus kelas dunia.

Scroll to Top