
Banda Aceh, 15 September 2026 — UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Scientific Reference Skills Class (SRSC) 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengelola sumber referensi ilmiah dan mendukung penyusunan karya akademik yang berkualitas. Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa program profesi dan program pascasarjana USK.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 September 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk layanan literasi informasi yang dikembangkan UPT Perpustakaan dan E-Learning USK untuk mendukung kebutuhan akademik dan penelitian sivitas akademika, khususnya mahasiswa yang sedang melaksanakan penelitian, menyusun tugas akhir, tesis, disertasi, maupun publikasi ilmiah.
Scientific Reference Skills Class dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam menelusuri, mengevaluasi, mengelola, dan memanfaatkan sumber-sumber informasi ilmiah secara efektif. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai strategi pencarian literatur yang relevan melalui sumber informasi akademik, sehingga mampu menemukan referensi yang kredibel dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) menyampaikan bahwa kegiatan Scientific Reference Skills Class (SRSC) 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen perpustakaan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian mahasiswa, khususnya mahasiswa program profesi dan pascasarjana.
Menurutnya, kemampuan dalam menemukan, mengevaluasi, dan mengelola sumber referensi ilmiah merupakan bagian penting dalam proses penelitian. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memastikan bahwa informasi yang digunakan berasal dari sumber yang kredibel, relevan, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Melalui Scientific Reference Skills Class ini, kami ingin memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menelusuri literatur ilmiah, mengelola referensi, melakukan sitasi dengan benar, serta memahami pentingnya integritas akademik. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan dalam penyusunan karya ilmiah, tesis, disertasi, maupun publikasi penelitian,” ujarnya.
Selain keterampilan penelusuran informasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manajemen referensi dan teknik sitasi dengan memanfaatkan perangkat lunak pengelola referensi seperti Mendeley dan Zotero. Penguasaan aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengorganisasi koleksi referensi, membuat sitasi secara lebih efisien, serta menyusun daftar pustaka secara sistematis.
Materi kegiatan juga menekankan pentingnya etika akademik, integritas ilmiah, dan pencegahan plagiarisme. Mahasiswa didorong untuk memahami tata cara penggunaan sumber informasi secara bertanggung jawab serta menerapkan prinsip-prinsip akademik dalam setiap tahapan penyusunan karya ilmiah.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan E-Learning USK berharap mahasiswa profesi dan pascasarjana tidak hanya mampu menemukan informasi ilmiah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menilai kualitas sumber, mengelola referensi, melakukan sitasi dengan benar, dan menghasilkan karya ilmiah yang berintegritas. Adapun yang menjadi narasumber kegiatan ini adalah para pustakawan.
Kegiatan Scientific Reference Skills Class 2026 sekaligus memperkuat peran UPT Perpustakaan dan E-Learning USK sebagai mitra akademik dalam mendukung budaya penelitian dan pembelajaran sepanjang hayat di lingkungan universitas. (SDG 4. Quality Education = Pendidikan Berkualitas)