
Banda Aceh, 28 September 2026 — Duta Baca Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam kegiatan World Cleanup Day Banda Aceh yang dilaksanakan bersama Environmental Conservation Organization (ECO) dan para relawan Banda Aceh Cleanup Action Volunteer 2026 pada Minggu, 27 September 2026, di bantaran Krueng Lamnyong, Banda Aceh.
Kegiatan ini dapat menjadi sebuah momentum bagi para relawan dan berbagai elemen untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui aksi nyata. Para peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan pembersihan kawasan bantaran sungai, pengumpulan sampah, serta penataan lingkungan agar menjadi lebih bersih dan nyaman.
Perwakilan Duta Baca USK, Sahlan Uzza, mengatakan keikutsertaan Duta Baca USK dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan budaya literasi yang lebih luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami lingkungan, membangun kesadaran sosial, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan Duta Baca USK, Sahlan Uzza, mengatakan “Keikutsertaan Duta Baca USK dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat peran generasi muda dalam mengembangkan budaya literasi yang lebih luas”
Melalui kegiatan World Cleanup Day, Duta Baca USK mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya positif. Menjaga kebersihan sungai dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK menyampaikan apresiasi atas partisipasi Duta Baca USK dalam kegiatan World Cleanup Day Banda Aceh bersama Environmental Conservation Organization (ECO) dan para relawan Banda Aceh Cleanup Action Volunteer 2026.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Duta Baca USK dalam kegiatan World Cleanup Day Banda Aceh. Keikutsertaan ini menunjukkan bahwa peran Duta Baca tidak hanya sebagai penggerak budaya membaca, tetapi juga sebagai generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.”
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran untuk memahami persoalan lingkungan, menjaga kebersihan, serta mendorong perilaku yang bertanggung jawab terhadap alam.
“Kami berharap Duta Baca USK dapat terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengembangkan berbagai bentuk literasi, termasuk literasi lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh melalui proses literasi akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam aksi nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi ini juga sejalan dengan komitmen UPT Perpustakaan dan E-Learning USK dalam mendorong pengembangan literasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Semangat literasi lingkungan diharapkan dapat terus tumbuh melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang menghubungkan pengetahuan, kepedulian sosial, dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan World Cleanup Day Banda Aceh menjadi salah satu ruang bagi Duta Baca USK untuk berkontribusi secara langsung dalam membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan lestari merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat dan generasi mendatang. SDG (SDG.3. Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera. SDG.