UPT. PERPUSTAKAAN DAN E-LEARNING

BANDA ACEH, 14 Oktober 2026 – Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat mutu pendidikan tinggi dan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional. Hingga Oktober 2026, sebanyak 90 program studi (prodi) di USK atau 54,54 persen dari total 165 program studi telah memperoleh akreditasi Unggul/A. Selain itu, sebanyak 19 program studi telah meraih akreditasi internasional.

Capaian prestasi akademik ini disampaikan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam laporan pada Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka peringatan Milad USK ke-65 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026)kemarin. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai Dies Reader.

Rektor menjelaskan bahwa capaian akreditasi tersebut merupakan bagian dari upaya USK untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penguatan mutu dilakukan melalui pengembangan program studi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penerapan standar pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Dari 19 program studi yang telah terakreditasi internasional, sebanyak lima prodi memperoleh akreditasi dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), 11 prodi dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN), serta tiga prodi dari Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan (HEEACT).

Menurut Rektor, pengakuan internasional tersebut menjadi salah satu indikator upaya USK dalam meningkatkan standar pendidikan dan memperkuat daya saing lulusan pada tingkat global. Akreditasi internasional juga menjadi dorongan bagi program studi untuk terus mengembangkan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia profesional.

Selain capaian akreditasi, USK juga terus mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Dalam laporan yang sama, Rektor menyampaikan bahwa 33,7 persen publikasi USK berada pada jurnal kuartil pertama (Q1), sementara 33,3 persen publikasi merupakan hasil kolaborasi internasional. Lima peneliti USK juga masuk dalam kelompok dua persen saintis teratas dunia versi Stanford University–Elsevier tahun 2026.

Berbagai capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan USK tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah program studi dan pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga pada kualitas pendidikan, produktivitas riset, kolaborasi global, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Untuk itu, ke depannya USK terus berkomitmen memperkuat budaya mutu di seluruh unit akademik dan pendukung. Sinergi pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjaga keberlanjutan peningkatan kualitas pendidikan dan mewujudkan USK sebagai perguruan tinggi yang semakin diakui di tingkat internasional. (SDG 4. Quality Education = Pendidikan Berkualitas)

Scroll to Top