Dosen USK Kembangkan Tanaman Hidroponik di Kompleks Makam Syiah Kuala, Sekaligus untuk Ajarkan Warga

BANDA ACEH – Salah satu destinasi wisata religi di Banda Aceh adalah Makam Syiah Kuala

Kompleks makam ulama Aceh berpengaruh besar tempo dulu yang bernama lengkapnya Syekh Abdurrauf As Singkili ini di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. 

Makam Syiah Kuala yang kabarnya tak diterjang tsunami, 26 Desember 2024, meski lokasinya persis di pinggir pantai Syiah Kuala itu hingga kini banyak diziarahi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Terutama dari Malaysia. 

Kini di depan salah satu musalla dalam kompleks makam ini juga sudah dibuat instalasi penanaman hidroponik, sehingga tanaman tanpa menggunakan tanah ini pun sudah dikembangkan di lokasi ini. 

Oleh karena itu, lokasi ini pun tampak semakin asri. 

Pengembangan tanaman hidroponik ini dilakukan dua dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala atau USK Banda Aceh, Prof Dr Ir Agussabti, Msi, IPU dan Dr Ir Purwana Satriyo, STP, MT, IPM.

Pembuatan itu dibuat di lokasi ini untuk semakin mempercantik kompleks makam ini, sekaligus juga bisa dilihat oleh wisatawan yang berkunjung. 

Kegiatan ini dilakukan dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pasalnya, Kompleks Makam Syiah Kuala seluas sekitar enam hektare itu lokasinya memang di Desa Deah Raya. 

Pembuatan ini dibantu lima mahasiswa KKN Tematik USK 2024 dari berbagai fakultas.  Dua tanaman hidroponik yang dikembangkan di lokasi ini, yaitu selada dan pakcoi. 

Sore tadi, Selasa (23/7/2024), tanaman muda ini dipanen perdana bersama warga sekaligus pihak USK mengajarkan mereka cara membudidaya sayuran tanpa tanah ini, melainkan hanya menggunakan nutrisi cairan. 

Prof Agussabti yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dalam program ini sebagai Ketua Pengabdi. Sedangkan Dr Purwana Satriyo yang juga pakar hidroponik sebagai anggota pengabdi. 

Tadi acara diawali sambutan Penjaga Makam Syiah Kuala, Tgk Abdul Wahid. Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak USK yang sudah bersedia membudidaya tanaman hidroponik di Makam Syiah Kuala sekaligus mengajari warga Desa Deah Raya mengembangkan tanaman ini.  

“Kami berharap kegiatan seperti dapat terus berlanjut dan warga serius mengikutinya, sehingga bisa mengembangkannya.

Hidroponik yang sudah dikembangkan ini juga menjadi perhatian wisatawan yang berkunjung ke Kompleks Makam Syiah Kuala ini,” kata Tgk Abdul Wahid. 

Selanjutnya, Prof Agussabti, dalam sambutannya saat membuka acara ini antara lain mengharapkan dengan adanya program ini, warga Deah Raya bisa mengembangkan sayuran ini minimal untuk kebutuhan gizi keluarga masing-masing.  “Kalau lebih bisa menjadi sumber pendapatan ekonomi,” kata Agussabti. 

Pasalnya, kata Agussabti, tanaman hidroponik ini juga cocok dikembangkan untuk sumber ekonomi karena di setiap rumah bisa dilakukan lantaran tak membutuhkan lahan luas. 

Melainkan hanya butuh lahan sedikit saja untuk pemasangan perangkat tanaman ini.  Saking berpeluang bagus untuk sumber ekonomi, Agussabti juga, menyarankan dana desa pun bisa dipakai sedikit untuk pengembangan hidroponik bagi warga desa masing-masing.

Lebih dari itu, juga bisa dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Gampong atau BUMG. 

Pada kesempatan ini, Agussabti, juga menyerahkan bantuan untuk budidaya tanaman hidroponik ini untuk Desa Deah Raya, mulai bibit tanaman selada dan pakcoi lengkap berbagai kebutuhan lainnya, seperti nutrisi. 

Selanjutnya, giliran Dr Purwana, dibantu mahasiswa KKN USK menjelaskan secara detail teknis budidaya tanaman hidropinik ini, mulai masa pembibitan, pencampuran nutrisi, hingga cara memanen. 

“Sambil menunggu masa panen yang kira-kira hanya 20-25 hari, maka terus melakukan pembibitan, sehingga ketika panen usai, bisa langsung kembali menanam tanaman baru,” katanya. 

Kemudian warga pun disilakan melakukan panen perdana, tanaman hidroponik pakcoi dan selada yang baru beberapa hari lalu ditanami Prof Agussabti dan Dr Purwana dibantu mahasiswa KKN Tematik USK itu. 

Warga yang umumnya ibu-ibu tampak senang saat memanen sayuran yang diberikan gratis kepada mereka. Namun, lebih dari itu, mereka juga berniat untuk mengembangkannya di rumah. 


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2024/07/23/dosen-usk-kembangkan-tanaman-hidroponik-di-kompleks-makam-syiah-kuala-sekaligus-untuk-ajarkan-warga?page=all.



Written by