TIM UPT Perpustakaan dan E-Learning USK Lakukan Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik Literasi 2025 di Lima Kabupaten di Aceh

Banda Aceh, 21 Juli 2025 — Tim dari UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2025 yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan program, efektivitas implementasi kegiatan literasi, serta mendukung mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini dilakukan mulai tanggal 18 s/d 20 Juli 2025, mencakup lima kabupaten yaitu Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bener Meriah dan Kab. Bireuen. Kegiatan ini dibagi dalam 5 tim yang pimpin langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, didampingi oleh tim Pustakawan. Kegiatan monitoring ini juga dilakukan oleh dosen pendamping lapangan (DPL), dan perwakilan dari Pusat Pengabdian kepada Masyarakat USK.

KKN Tematik Literasi merupakan program pengabdian berbasis literasi yang dirancang untuk memberdayakan perpustakaan desa /tbm untuk peningkatan literasi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah atau desa yang telah mendapatkan bantuan 1000 judul buku bermutu dari Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2024.  Pada tahun 2025, tema yang diusung adalah “Komersial Produk Gampong dan Revitalisasi Perpustakaan Gampong”.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi baca tulis,   di kalangan anak-anak usia sekolah,  masyarakat umum.  Program ini juga didukung dengan  pengembangan perpustakaan desa/tbm, pelatihan teknologi informasi sederhana untuk pengelolaan perpustakaan, serta penyuluhan pentingnya budaya membaca sejak dini.

Proses Monitoring: Observasi, Evaluasi, dan Dialog Partisipatif

Tim monev UPT Perpustakaan dan E-Learning USK melakukan kunjungan langsung ke berbagai lokasi posko KKN Teamatik Literasi yang berada di desa-desa yang menjadi lokus kegiatan. Dalam setiap kunjungan, tim melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan program, melakukan wawancara dengan perangkat desa, pegiat literasi, dan peserta didik, serta menggelar dialog bersama mahasiswa KKN.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan mampu menginisiasi berbagai kegiatan literasi yang kreatif dan kontekstual. Beberapa kegiatan unggulan yang tercatat antara lain pencatatan koleksi, pengolahan bahan pustaka, entri katalog berbasis RDA, serta pelayanan dan pemanfaatan bahan pustaka, kegiatan membaca untuk anak-anak,  menulis cerita anak.di berbagai perpustakaan desa dan TBM.

Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Dr.Ismul Huda, M.Si,  menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. “Kami melihat bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya menghidupkan suasana desa, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, terutama anak-anak usia sekolah. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi dan harus terus dikawal,” ujarnya.

Meski menunjukkan progres yang menggembirakan, kegiatan KKN Tematik Literasi 2025 juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana yang baik untuk perpustakaan desa,  belum tersedianya petugas perpustakaan yang tetap sehingga layanan perpustakaan tidak maksimal.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, Tim UPT merekomendasikan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain: penguatan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan Daerah, penyediaan mobile library (perpustakaan keliling), serta pengembangan sdm perpustakaan desa/tbm.

Harapan ke Depan

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan di Aceh. UPT Perpustakaan dan E-Learning USK juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pengembangan program literasi secara berkelanjutan, baik dalam bentuk pelatihan, penyediaan sistem manajemen layanan perpustakaan desa/tbm, maupun kolaborasi riset berbasis pengabdian masyarakat.

Written by