
Banda Aceh, 3 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan E-Learning Universitas Syiah Kuala (USK) terus mendorong transformasi layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini di tandai dengan diselenggarakannya kegiatan Sharing Session: Inovasi Perpustakaan Berbasis Teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) yang berlangsung Jumat, 03 Juli 2026 pukul 09.00–11.30 WIB di Ruang Adnan Ganto, Multimedia Center lantai-1 UPT Perpustakaan dan E-Learning USK.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan, duta baca USK. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menambah pengalaman, pengetahuan, serta gagasan inovatif mengenai pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam mendukung layanan perpustakaan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka dari para pakar .
Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi. Oleh karena itu, perpustakaan harus mampu bertransformasi agar tetap relevan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan inovasi.
“Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga harus menjadi pusat layanan informasi berbasis teknologi yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Kehadiran Artificial Intelligence membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat akses informasi, serta mendukung proses pembelajaran dan penelitian di lingkungan universitas,” ujarnya.
Adapun pemateri kegiatan ini adalah Dr. Taufiq Abdul Gani, S.Kom.,M.Eng, Sc selaku Kepala Pusat Pembinaan Perpustakaan Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi (P3SMPT) Perpusnas RI. Acara ini diselenggarakan disela-sela kunjungan dalam rangka Supervisi Perpustakaan Nasional ke Perpustakaan dan E-learning USK.
Dr. Taufiq memaparkan berbagai peluang penerapan AI di perpustakaan, dari pemanfaatan chatbot layanan informasi, sistem rekomendasi koleksi berbasis kecerdasan buatan, otomatisasi pengelolaan metadata, pemanfaatan AI generatif untuk mendukung literasi informasi, hingga penggunaan teknologi analitik dalam memahami kebutuhan pemustaka.
Selain peluang pemanfaatan AI dalam layanan perpustakaan, kegiatan ini juga mengangkat berbagai tantangan yang harus menjadi perhatian, seperti etika, perlindungan data pribadi, keamanan informasi, menjaga integritas akademik dalam pemanfaatan teknologi AI ini. Para peserta diharapkan mampu untuk memahami bahwa AI itu hanyalah alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas, tetapi memerlukan verifikasi dan pengawasan dalam prosesnya.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif. Para pustakawan dan tenaga pengelola aktif berdiskusi mengenai berbagai inovasi yang mungkin untuk diterapkan dalam pengelolaan dan layanan perpustakaan. Pengunaan AI ini dapat dilakukan dari pengembangan layanan berbasis AI, digitalisasi layanan administrasi, optimalisasi sistem repositori institusi, pengembangan dashboard analitik layanan perpustakaan, penggunaan AI dalam penyusunan materi literasi informasi dan pembelajaran daring.

Sejalan dengan visi Universitas Syiah Kuala sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, dan menuju world class university, UPT Perpustakaan dan E-Learning USK berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang berkualitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan ini. Inovasi tidak hanya diarahkan pada pengembangan sistem, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan yang memberikan kemudahan, kecepatan, serta pengalaman terbaik bagi sivitas akademika.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan seluruh pustakawan pada Perpustakaan dan E-Learning, serta tenaga pengelola perpustakaan yang ada dilingkungan USK semakin siap dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan mampu melahirkan berbagai inovasi layanan untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.