Banda Aceh, 30 April – Upaya mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis potensi lokal terus diperkuat oleh Universitas Syiah Kuala melalui kolaborasi strategis antara Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala (ARC USK) dan International Labour Organization (ILO). Kedua pihak saat ini tengah menjajaki pemanfaatan platform e-learning USK sebagai sarana pelatihan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan, khususnya pada sektor pengolahan nilam Aceh.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi Nilam Aceh yang selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan daerah dengan nilai ekonomi tinggi di pasar global. Melalui pendekatan digital berbasis e-learning, pelatihan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta secara fleksibel dan berkelanjutan.
Perwakilan ARC USK, Ir. Raihan Dara Lufika, S.T., M.Sc, dan didampingi staf ARC lainnya di sela kunjungan ke UPT Perpustakaan dan E-Learning, menjelaskan bahwa pemanfaatan e-learning tidak hanya bertujuan untuk transfer pengetahuan teknis pengolahan minyak nilam, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan bisnis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran produk. “Kami ingin menciptakan calon entrepreneur yang tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh pihak ILO, kolaborasi antar unit yang ada di usk ini sebagai bagian dari upaya mendorong penciptaan lapangan kerja produktif dan inklusif di tingkat lokal. Program pelatihan berbasis digital dinilai efektif dalam menjawab tantangan keterbatasan akses pelatihan konvensional, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Rencana pemanfaatan platform e-learning USK juga mendapat dukungan penuh dari Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Dr. Ismul Huda, M.Si, yang selama ini berperan sebagai leader dalam pengembangan pembelajaran digital di lingkungan kampus. ” Kami menyambut baik rencana kegiatan yang di inisiasi oleh ARC USK untuk memanfaatkan fasilitas e-learning dalam upaya menciptakan wirausaha-wirausaha bari di aceh melalui pelatihan akan di selenggaran”. ujar Dr. Ismul Huda.

Dengan berbagai fitur interaktif, materi pelatihan dapat disajikan dalam bentuk video, modul digital, hingga forum diskusi yang memungkinkan interaksi antara peserta dan instruktur secara real time. Program ini dirancang tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin mengembangkan produk turunan nilam. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong hilirisasi produk nilam Aceh serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi daerah.
Selain aspek teknis dan bisnis, pelatihan juga akan menekankan pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengolahan nilam, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen bersama untuk menciptakan wirausaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui sinergi antara ARC USK dan ILO, serta dukungan infrastruktur digital dari USK melalui UPT TIK dan UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, program ini diharapkan menjadi model pengembangan kewirausahaan berbasis komoditas lokal yang inovatif dan berkelanjutan. Ke depan, langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi entrepreneur baru yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai pusat produksi nilam berkualitas dunia.